• Instagram
  • Sejarah, Asal Usul dan Fakta Tentang Sajadah


    Sejarah, Asal Usul dan Fakta Tentang Sajadah

    Sejarah, Asal Usul dan Fakta Tentang Sajadah

    Dalam beribadah kita dianjurkan untuk selalu menjaga kebersihan agar menghadap Sang Kuasa menjadi berkah. Karena dalam Islam “Kebersihan adalah sebagian dari Iman”. Maka dari itu apabila dalam menjalankannya dengan penuh kesucian maka akan membuat diri masing-masing individu menjadi lebih khusyu’ lagi.

    Biasanya dalam ibadah sholat kita akan memakai alas berupa kain untuk menghindarkan kita dari kotoran dan najis yang mungkin tidak diketahui atau tidak terlihat oleh mata. Menjadi penting pada perkembangan kini di mana banyak orang yang mempunyai sebuah sajadah entah itu beli, diberi atau custom sendiri.

    Lalu apakah kamu sudah mengetahui tentang sejarah, asal usul dan fakta sajadah itu hadir di tengah-tengah masyarakat? Simak pemaparan berikut ini.

    Sajadah berasal dari bahasa Arab “sajjada” atau “musallah”, sedangkan orang Persia menyebutnya sebagai “janamaz” yakni alas sholat yang terbuat dari kain. Biasanya memiliki gambar atau motif, tetapi ada juga yang bernuansa polos. Sebenarnya penggunaan sajadah ini sendiri tidaklah bersifat wajib, namun bagi sebagian orang yang memakai hal tersebut menjadi sebuah kebiasaan saat melaksanakan sholat.

    Pada masa Rasulullah maupun kekhalifahan, lantai-lantai masjid di sana tidak menggunakan sajadah, karpet ataupun permadani. Bahkan tidak pula pun dihamparkan dengan tikar dari daun-daun pohon atau pelepah korma. Meskipun permadani atau karpet sewaktu itu sudah ada jauh sebelum Rasulullah lahir.

    Dalam kitab Rihlah Ibnu Batutah, ia menyatakan “Orang-orang pinggiran kota Kairo Mesir telah terbiasa keluar rumah untuk melakukan sholat Jumat. Kemudian para pembantu mereka biasanya akkan membawakan sajadah untuk keperluan sholat. Sajadah mereka itu terbuat dari pelepah daun korma”.

    Beliau menambahkan “Penduduk kota Mekkah pada masa ini (masa Ibnu Batutah) melakukan sholat di Masjid Jami’ dengan menggunakan sajadah. Kaum muslim yang pulang dari haji pun banak yang membawa sajadah buatan Eropa yang bergambar (ada yang bergambar salib) dan mereka tidak memperhatikan gambar tersebut. Sajadah masuk ke Mesir dengan jalan impor dari Asia untuk dipakai sholat oleh orang-orang kaya, di dalam sajadah itu ada gambar mihrab yang mengarah ke kiblat”.

    Seiring dengan kemajuan teknologi dan peradaban di Arab, pembuatan karpet menjadi salah satu produk yang sangat umum digunakan. Pada awalnya hanya digunakan sebagai alas rumah atau hiaan dinding, berkembanglah fungsinya menjadi alas untuk sholat. Kemudian corak permadani yang awalnya kental dengan budaya Eropa, dirubah oleh Kesultanan Turki ke motif yang Islami.

    Sedangkan trendnya di Indonesia sendiri, sajadah tidak hanya digunakan di masjid-masjid saja, namun setiap indiviidu pun sudah mempunyainya. Bahkan jika orang-orang yang baru pulang dari haji biasanya akan membawa berbagai souvenir salah satunya yakni produk sajadah.

    Karena dinilai bahwa menggunakan sajadah saat sholat di manapun dan kapan pun sudah menjadi kebiasaan yang sulit untuk dihindari, karena hal itu menyangkut kebersihan dan kekhusyu’an saat menjalankan sholat.

    Di samping itu perkembangan sajadah di Indonesia saat ini banyak sekali memunculkan variasi mulai dari warnanya, motifnya, ukurannya sampai jenis bahan yang digunakan. Dan penjualannya tersebut sangat laku sekali dipasaran sekarang. Karena berdasarkan harga yang ditawarkan pun lumayan terjangkau dengan kualitasnya yang sudah bagus.

    Bahkan sampai dihadirkan sajadah sablon yang bisa dicustom sendiri desain gambarnya. Seperti kami Sablon Jogja ID yang menyediakan layanan berupa pembuatan sablon sajadah lusinan murah yang bisa dicek diwebsitenya.

    Nah...itulah sejarah, asal usul dan fakta sajadah yang banyak kita pakai selama ini. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kamu dan bisa juga dishare ke teman-teman lainnya dengan mencantumkan web Sablon Jogja ID.