• Instagram
  • Apat Itu Teknik Sablon Discharge atau Cabut Warna

    Apat Itu Teknik Sablon Discharge atau Cabut Warna
    Apat Itu Teknik Sablon Discharge atau Cabut Warna
    Apat Itu Teknik Sablon Discharge atau Cabut Warna
    Di industri konveksi, kita mengenal dua jenis teknik sablon kaos, yaitu teknik manual dan teknik digital. Teknik digital merupakan teknik yang menggunakan mesin cetak digital untuk menyablon desain ke kaos. Sedangkan teknik manual menggunakan alat-alat seperti screener dan harus diaplikasikan secara manual.

    Nah, dalam teknik sablon manual ada berbagai jenis tinta yang dapat diaplikasikan, dan setiap jenis memiliki keunikan, kelebihan dan kekurangan masing-masing. Salah satunya adalah sablon discharge, atau biasa juga disebut sablon cabut warna.

    Apa sih sablon discharge itu? Apa yang membedakannya dengan teknik lainnya? Apa kelebihan dan kekurangannya? Apakah lebih baik menggunakan teknik discharge daripada yang lain?
    Nah, kali ini Sablon Jogja ID akan membahas tentang Apa Itu Teknik Sablon Discharge. Mari disimak.


    Teknik Discharge Dan Bedanya Dengan Teknik Lain
    Pertama, kenapa teknik sablon ini disebut dengan discharge? Secara makna discharge artinya menghilangkan atau melepaskan. Jadi teknik ini bekerja dengan cara menghilangkan warna pada kain, dan menggantinya dengan warna yang diinginkan. Karena itulah teknik ini juga disebut dengan cabut warna, karena dalam pengerjaannya kita “mencabut” warna asli kain dan menggantinya dengan warna lain.

    Nah, teknik ini sangat berbeda dengan teknik sablon lainnya. Dalam teknik sablon lain, misalnya rubber atau plastisol, sablon yang digesut akan menempel pada permukaan kain. Jadi hasilnya adalah sablon yang menindih warna dasar kain. Sedangkan pada teknik discharge, sablon yang digesut merubah warna kain. Jadi bukannya menindih warna kain, justru warna kainnya berubah menjadi warna sablon. Hal ini menciptakan kesan seakan sablon natural seperti kain.

    Teknik sablon discharge menggunakan tinta sablon super white yang dicampur dengan zat kimia yang dapat menonaktifkan zat warna pada kain. Dengan mengaplikasikannya secara tepat, warna kain akan bisa terangkat dan warna sablon yang diinginkan akan menempel pada kain.

    Pada kaos-kaos distro, teknik discharge termasuk salah satu teknik yang paling sering digunakan. Hal ini karena hasil sablon terasa lebih natural, nyaman digunakan, dan awet tahan lama. Selain itu juga karena pengerjaannya yang lebih cepat (justru memang harus cepat agar warna yang diinginkan dapat muncul dengan sempurna).

    Pelanggan pun juga lebih senang dengan kaos hasil sablon discharge karena perawatannya yang tidak terlalu rumit, dapat dicuci seperti biasa, bisa juga disetrika secara langsung, tidak seperti seperti sablon plastisol misalnya, yang tidak boleh langsung terkena setrika agar tidak merubah sablon.

    Tapi apakah teknik sablon discharge selalu baik untuk digunakan? Nah, di bawah ini Sablon Jogja ID akan memberikan beberapa kelebihan dan kekurangan teknik sablon discharge.


    Kelebihan Teknik Discharge
    • Hasil sablon terkesan alami menyatu dengan bahan
    Karena sablon discharge tidak hanya menindih warna kaos, melainkan merubah warna asli kaos menjadi warna sablon. Hasilnya adalah sablon yang seakan menyatu dengan kaos, tidak terkesan timbul dan hanya menempel saja. 

    • Hasil sablon lebih awet dan tahan lama
    Karena warna menyerap pada kain sepenuhnya, sehingga hasil sablon bisa tahan lebih lama. Pada perawatannya pun lebih mudah. Sablon discharge dapat langsung disetrika karena hasil sablon sudah menyatu dengan kain, sehingga tidak akan berubah karena setrika. 

    • Sablon tidak menyebabkan kain kaku
    Biasanya sablon jenis lain dapat menyebabkan kain timbul dan menjadi agak kaku. Hal ini karena adanya sablon yang menempel pada permukaan kain. Sedangkan pada sablon discharge kain tidak akan menjadi kaku karena hasil sablon menyatu dengan kain. 

    • Pengerjaannya relatif lebih mudah
    Sebenarya untuk mudahnya ini relatif, karena diperlukan keahlian dalam menyablon secara cekatan, dan harus berhati-hati juga karena tinta sablon yang encer dapat meluber tidak sesuai dengan desain. Namun apabila sudah ahli dalam menyablon, maka teknik ini sangat efisien dan justru cenderung lebih cepat, karena setelah digesut harus segera dipanaskan agar warna yang diinginkan dapat muncul dengan sempurna. 

    • Hasil maksimal pada kaos-kaos berwarna gelap
      Nah, ini merupakan ciri khas pada teknik sablon discharge. Teknik ini paling baik digunakan pada kaos berwarna hitam atau biru navy, dan sering juga digunakan pada warna-warna yang gelap lainnya. Hal ini karena pada kaos-kaos gelap, sablon yang dihasilkan dapat terlihat sangat cerah dan kontras.

    Kekurangan Teknik Discharge
    • Tidak bisa diaplikasikan ke semua jenis kain
    Nah, ini adalah kelemahan yang cukup menyusahkan, walaupun pada dunia distro tidak terlalu masalah. Hal ini karena teknik sablon discharge mengharuskan kita menggunakan kain yang memiliki tingkat reaktif zat warna yang tinggi. Sedangkan jenis kain yang memiliki tingkat reaktif yang cukup tinggi adalah kain katun, (100% cotton, cotton combed). Kain-kain lain, terutama yang memiliki serat sintetis seperti polyester tidak akan mampu mengeluarkan warna yang diinginkan secara maksimal. 

    • Hanya cocok pada warna tertentu
    Inilah kekurangan yang paling menyusahkan pada teknik discharge. Hal ini berlaku pada warna kain maupun warna sablon. Ada warna-warna yang tidak akan dapat dihasilkan secara sempurna dengan teknik discharge. Karena itu warna kaos yang paling umum digunakan adalah warna-warna gelap, dan yang paling disarankan adalah kaos berwarna hitam dan biru navy. Warna seperti hijau, biru, ungu, dan warna-warna terang lainnya akan menghasilkan sablon yang jelek. 

    • Hanya dapat diaplikasikan pada desain sablon simpel
    Hal ini karena tinta yang encer dan tingkat kecekatan yang diperlukan pada proses penyablonan agar warnanya muncul dengan sempurna. Sehingga desain-desain yang rumit dan berwarna-warni tidak akan bisa disablon dengan baik. Selain itu juga karena adanya keterbatasan pilihan warna yang dapat digunakan sehingga desain berwarna-warni akan sulit untuk diproduksi.


    Kapan Menggunakan Teknik Discharge
    Jadi, kapan kita menggunakan teknik sablon discharge? Kapan sebaiknya tidak menggunakan teknik sablon discharge dan menggunakan teknik yang lain? Sebenarnya semua itu bisa terjawab lewat kelebihan dan kekurangan teknik discharge. Jadi mari kita simpulkan di sini.

    Teknik sablon discharge sangat direkomendasikan. Produk ini termask favorit konsumen, terutama pada clothing line alias distro, karena hasilnya yang sangat natural dan perawatannya yang mudah. Nah, tapi karena ada kelemahan-kelemahan yang dimilikinya, sehingga dianjurkan hanya menggunakan teknik sablon discharge pada kain-kain berwarna gelap. Selain itu juga sablon yang dibuat sebaiknya merupakan sablon yang simpel dan tidak terlalu berwarna-warni.

    Sedangkan apabila ingin menyablon pada kain-kain terang, sebaiknya menggunakan teknik lain. Apabila dipaksakan menggunakan teknik discharge, akan menyebabkan warna kain yang terlihat pudar dan warna sablon yang tidak bisa menyatu dengan kain. Karena itu warna kain gelap sangat dianjurkan karena dapat menyatu secara alami pada hasil sablon yang cerah dan kontras.


    Sekian dulu artikel tentang Teknik Sablon Discharge atau Cabut Warna. Kamu bisa membaca artikel lainnya tentang dunia konveksi pada website Sablon Jogja ID.