Sablon pada kaos memang bisa membuat tampilan pakaian/kaos lebih keren dan menarik. Namun seiring pemakaian dan pencucian, sablon sering mengalami retakan, mengelupas, bahkan bisa berubah warna pudar sehingga desainnya sudah tidak lagi sesuai selera yang dinginkan lagi. Daripada langsung membuang kaos yang kondisinya masih bagus, Cara menghilangkan sablon di kaos bisa jadi solusi agar pakaian tersebut tetap bisa dipakai dengan tampilan yang bisa lebih sederhana.
Kabar baiknya proses ini tidak selalu membutuhkan alat khusus. Banyak bahan sederhana dirumah yang bisa dimanfaatkan asalkan dilakukan dengan hati-hati dan langkahnya yang tepat agar kain tidak ikut rusak.
Kenapa Sablon di Kaos Perlu Dihilangkan?
Ada beberapa alasan orang ingin menghilangkan sablon dari kaosnya. Yang paling umum adalah kondisi sablon yang sudah rusak desainnya yang awalnya rapi bisa berubah pecah-pecah dan kusam setelah berkali-kali dicuci.
Alasan lainnya adalah desain yang sudah tidak disukai lagi, padahal kualitas kain kaosnya sendiri masih bagus dan sayang untuk dibuang begitu saja. Dengan menghilangkan sablonnya, kaos lama bisa disulap menjadi kaos polos bahkan jika mau di kasih desain lagi juga bisa supaya layak untuk dipakai kembali.
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mulai
Sebelum memilih metode ada dua hal yang perlu di perhatikan ini wajib dicek dahulu agar kaos tidak malah rusak.
Periksa Jenis Bahan Kaos
Setiap jenis kain mempunyai ketahanan berbeda terhadap panas maupun bahan kimia. Katun, Polyester, dan bahan campuran bisa memberikan hasil yang berbeda saat diberi perlakuan panas. Kalau tidak yakin jenis bahannya, cek label perawatan di bagian dalam kaos sebelum mencoba metode apa pun.
Periksa Kondisi Sablon
Sablon yang sudah mulai retak dan mulai terangkat biasanya lebih mudah ditangani dibanding sablon yang masih menempel sangat kuat. Jangan menarik sablon secara paksa karena bisa membuat serat kain ikut melar atau menarik.
Cara Menghilangkan Sablon di Kaos dengan Bahan Rumahan
Berikut beberapa metode yang bisa dipilih sesuai jenis bahan dan ketebalan sablon, Lakukan bertahap dan jangan terburu-buru.
Menggunakan Air Panas
Cocok untuk kaos katun dengan sablon yang tidak terlalu tebal, berikut caranya rendam kaos yang bersablon kedalam air panas selama beberapa menit, lalu gosok perlahan dengan sikat berbulu lembut. Tambahkan sedikit deterjen jika sablon masih menempel, kemudian bilas dan keringkan dengan cara diangin-anginkan, Ulangi jika masih ada sisa.
Menggunakan Setrika
Panas dari setrika efektif melelehkan lem sablon terutama untuk sablon yang tebal. Letakkan kain tipis atau kertas teflon di atas sablon sebagai pelapis, lalu panaskan secara bertahap jangan menekan satu titik terlalu lama namun di gosok perlahan. Setelah sablon mulai terangkat kupas perlahan dengan alat yang tumpul. Untuk sablon lama yang membandel langkah ini bisa dikombinasikan dengan mengoleskan sedikit alkohol saat sablon masih hangat sebelum dikupas.
Menggunakan Minyak Kayu putih
Pilihan yang relatif aman karena tanpa bahan kimia keras. Balik kaos sehingga bagian sablon berada di dalam, lapisi bagian bawahnya dengan kain kering lalu oleskan minyak kayu putih secukupnya. Diamkan beberapa menit hingga meresap, kupas perlahan, lalu cuci hingga bersih.
Menggunakan Aseton
Kandungan pada penghapusan cat kuku ini efektif meluruhkan tinta sablon terutama pada kain katun. Basahi kapas dengan aseton, gosok perlahan pada area sablon lalu diamkan sesaat hingga melunak dan setelahnya kupas dengan hati-hati kemudian setelahnya cuci hingga sisa asetonnya hilang.
Mengangkat Sablon yang Sudah Melunak
Menggunakan Alat Pengikis
Setelah sablon melunak dengan salah satu metode yang ini maka gunakan alat berujung tidak tajam untuk mengangkatnya kemudian letakkan di tepi sablon lalu dorong secara perlahan, jangan mengikis terlalu keras karena serat kain bisa ikut tertarik kalau terasa sulit dan setelehnya hentikan ulangi proses perlunakannya.
Bahan Pelarut yang Perlu Diwaspadai
Beberapa bahan pelarutnya yang harus diperhatikan bensin, pemutih pakaian, atau cairan kimia sejenis M3 juga bisa melunakkan sablon tetapi tetap resikonya lebih tinggi terhadap warna dan serat kain. Kalau ingin mencoba nya lakukan uji coba dulu di bagian kain yang tidak terlihat gunakan di ruangan dengan sirkulasi udara baik dan jangan lupa kenakan sarung tangan serta masker.
Membersihkan Sisa Sablon Setelah Dilepas
Setelah bagian utama sablon terangkat biasanya masih terdapat sisa-sisa lem atau lapisan tipis yang tertinggal. Bersihkan secara bertahap sesuai jenis kain dan hindari menggosok terlalu kuat agar permukaan kain tidak terlihat belang. Setelahnya cuci kaos sesuai petunjuk pada label.
Kesalahan yang Sering Bikin Kaos Malah Rusak
Pastinya untuk baju tidak mau kan terjadi hal kerusakan pada saat membersihkan melepas sablon pada kain nah ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai berikut:
Menarik Sablon Secara Paksa
Tarikan yang terlalu kuat bisa membuat kain melar atau seratnya ikut terangkat.
Menggunakan Panas Berlebihan
Suhu yang terlalu tinggi justru bisa merusak kain bukan hanya sablonnya, gunakan panas secara bertahap sambil terus memantau kondisi kaos.
Mengabaikan Jenis Kain
Metode yang berhasil di satu kaos belum tentu aman untuk kaos lainnya jadi jangan disamaratakan untuk jenis-jenis kainnya.
Apakah Semua Sablon Bisa Hilang Total?
Tidak semua sablon punya tingkat kebersihan yang sama saat dihilangkan. Jenis tinta, bahan perekat, metode cetak, usia sablon, hingga karakteristik kain semuanya berpengaruh. Sablon lama yang sudah mengelupas umumnya lebih mudah dilepas semenetara sablon yang menyatu kuat dengan serat kain bisa meninggalkan bekas meski lapisan utamanya sudah hilang.
Tips Merawat Kaos Setelah Sablon Dihilangkan
Beberapa ada trik untuk cara merawat kaos setelah dihilangkan sablon berikut trik dan tips nya:
Gunakan deterjen lembut saat mencuci
Hindari air yang terlalu panas
Jemur di tempat teduh bukan di bawah sinar matahari secara langsung
Setrika dengan suhu sedang
Untuk kaos bernilai sentimental atau cukup mahal bisa uji coba dahulu di bagian tersembunyi sebelum mengerjakan bagian utama
























