Google_plus Pinterest Vimeo RSS
  • Penyedia informasi seputar dunia sablon dan konveksi
  • Instagram

    Sablon Jogja ID – Konveksi Kaos, Kemeja, Jaket, Seragam Terpercaya di Indonesia

     

    Jasa konveksi merupakan merupakan bisnis yang memberikan pelayanan usaha produksi pakaian yang dibuat secara masal seperti kaos, kemeja, polo shirt, korsa, jaket, celana, dan lain sebagainya. Yogyakarta sendiri termasuk kota yang memiliki banyak sekali penyedia jasa konveksi yang tersebar di berbagai wilayah. Hal ini berhubungan dengan kebutuhan dan permintaan akan korsa yang cenderung tinggi mengingat Yogyakarta dan seluruh Indonesia memiliki banyak sekolah, kampus, dan perusahaan.

     

    Ditambah, Apakah Anda tahu bahwa mencari perusahaan konveksi dan sablon yang berkualitas baik dari segi produk ataupun pelayanan sangat sulit.

     

    Banyak perusahaan sablon dan konveksi yang:

    1. 1. Tenggat Waktu Pengerjaannya Telat
    1. 2. Ukuran produk yang sudah jadi tidak sesuai
    1. 3. Warna produk tidak sesuai dan pudar
    1. 4. Tidak adanya laporan progres pengerjaan pada klien
    1. 5. Tidak adanya after sales, dimana tetap menjaga hubungan baik dengan klien

     

    Banyaknya momen-momen dan kegiatan yang ada di Yogyakarta atau di seluruh Indonesia ataupun event besar menuntut adanya seragam yang dijadikan identitas. Oleh karena itu, sejak dahulu hingga sekarang permintaan masyarakat akan kebutuhan jasa konveksi khususnya sablon kaos dan yang lainnya masih cukup tinggi. Di wilayah Yogyakarta sendiri terdapat salah satu perusahaan penyedia jasa konveksi sablon yang sudah terpercaya. Sablon Jogja ID menjadi jasa konveksi favorit untuk pembuatan sablon di Jogja baik itu sablon kaos, jersey ataupun kebutuhan yang lain.

     

    Sablon Jogja ID Hadir Untuk Anda

    SABLON JOGJA ID adalah perusahaan konveksi dan sablon terpercaya di Indonesia dengan legalitas resmi PT.Maboor Media Group. Kami sudah berdiri lebih dari 7 tahun dengan puluhan ribu (pieces) produk yang kami hasilkan. Kualitas yang kami jaga bukan hanya kualitas produk, namun juga kualitas pelayanan.

     

    Keunggulan Sablon Jogja ID

    1. 1. Deadline Tepat Waktu

    Berbeda dengan tempat konveksi lain, yang menyepelekan masalah deadline waktu. Kami sangat menjaga prinsip ketepatan waktu pengerjaan pesanan customer. Tidak hanya tepat waktu, tapi kualitas juga kami pertahankan.

    1. 2. Ukuran Produk Presisi

    Salah satu kelebihan kami adalah ukuran produk yang memiliki standar. Produk yang kami kerjakan, dijamin tepat dan presisi ukurannya. Kami juga selalu mengecek kembali ukuran yang dipesan customer, sehingga tidak ada human error dalam proses pengerjaannya.

    1. 3. Pilihan Warna Beragam

    Pilihan warna ditempat kami beragam, dengan bahan-bahan yang lengkap. Selain beragam, warna produk yang kami hasilkan dipastikan jelas dan tidak pudar. Sehingga customer akan puas dengan produk jadi yang sesuai dengan desain awal.

    1. 4. Laporan Progres

    Apakah Anda tahu bahwa kebanyakan perusahaan konveksi tidak memberikan laporan progress pada customer. Padahal customer pasti ingin tahu perkembangan pesanan mereka. Jadi, kami selalu memberi informasi secara berkala terkait progress pengerjaan produk pada customer.

    1. 5. After Sales

    Salah satu kelebihan kami yang lain adalah adanya after sales. Prinsip kami dalam berbisnis adalah menjaga komunikasi dan silaturahmi dengan semua orang. Oleh karena itu, kami selalu menjaga hubungan yang baik dengan para customer yang telah menggunakan jasa kami. Bahkan bagi customer yang belum jadi menggunakan jasa kami juga tetap kami jaga komunikasinya.

     

    Berikut Layanan Sablon Jogja ID:

    Jenis-Jenis Sablon yang Wajib Diketahui Sebelum Cetak Kaos, Jangan Salah Pilih!


    Sablon untuk kaos ternyata tidak cukup hanya dengan melihat gambar atau warna yang diinginkan. Setiap teknik sablon mempunyai karakteristik dan hasil akhir yang berbeda. Ada sablon yang terasa tebal ketika disentuh ada juga yang memiliki permukaan lebih halus dan ada juga yang mampu menghasilkan desain dengan banyak warna serta desain dengan banyak warna maupun detail yang cukup rumit.

    Hal inilah yang membuat pengetahuan mengenai jenis-jenis sablon menjadi penting terutama bagi anda yang berencana membuat kaos untuk kebutuhan pribadi, komunitas, acara, maupun usaha. Dengan mengetahui perbedaannya dan anda juga dapat menentukan jenis sablon kaos yang sesuai dengan bahan, desain, jumlah produksi, dan hasil akhir yang diharapkan.

    Mengenal Jenis-Jenis Sablon Kaos

    Teknik sablon terus berkembang dan saat ini tersedia berbagai pilihan yang dapat digunakan untuk mencetak desain pada kaos. Beberapa teknik dilakukan secara manual sedangkan lainnya menggunakan bantuan mesin dan teknologi digital.

    Berikut beberapa macam-macam sablon yang cukup dikenal dan digunakan untuk kebutuhan pembuatan kaos.

    Sablon Rubber

    Sablon rubber merupakan salah satu jenis sablon yang banyak digunakan pada kaos. Sesuai namanya, tinta yang digunakan mempunyai karakter seperti karet sehingga dapat menghasilkan lapisan yang cukup menutup permukaan kain.

    Salah satu kelebihan sablon rubber adalah kemampuannya menghasilkan warna yang cukup jelas. Jenis sablon ini juga dapat digunakan pada berbagai kebutuhan desain dan sering ditemukan pada kaos dengan desain tulisan maupun gambar. 

    Hasil sablon rubber biasanya terasa ketika disentuh karena tinta berada di atas permukaan kain. Perawatan kaos juga perlu diperhatikan agar hasil sablon tetap terlihat baik dalam waktu lama. 


    Sablon Rubber


    Sablon Plastisol

    Sablon ini merupakan jenis tinta sablon  yang mempunyai karakteristik berbeda dari rubber. Tinta ini dikenal mampu menghasilkan cetakan dengan warna yang kuat dan detail yang baik. 

    Salah satu yang membuat plastisol banyak digunakan adalah kemampuannya menghasilkan permukaan cetakan yang terlihat rapi. Teknik ini dapat digunakan untuk berbagai desain termasuk desain yang membutuhkan detail tertentu.

    Proses pengerjaan sablon pistol membutuhkan perhatian pada proses pengeringan karena tinta plastisol tidak mengering seperti tinta berbasis air pada kondisi biasa. Karena karakteristiknya dalam pengerjaannya membutuhkan peralatan dan proses yang sesuai.


    Sablon Plastisol


    Sablon DTF

    Sablon DTF atau Direct To Film merupakan salah satu metode pencetakkan yang semakin banyak dikenal dalam industri kaos. Pada metode ini desain terlebih dahulu dicetak pada film khusus sebelum dipindahkan ke permukaan kain menggunakan proses press.

    Salah satu keunggulan DTF adalah kemampuannya menghasilkan desain dengan banyak warna dan detail. Karena itu metode ini dapat menjadi pilihan untuk desain yang cukup kompleks atau mempunyai beberapa kombinasi warna.

    DTF juga menarik digunakan untuk kebutuhan produksi dalam jumlah tertentu karena desain dapat dibuat secara digital. Meski begitu kualitas hasil akhirnya tetap dipengaruhi oleh bahan transfer, tinta, mesin, serta proses press yang digunakan. 


    Sablon DTF


    Sablon DTG

    Sablon DTG atau Direct to Garment merupakan metode pencetakan yang menggunakan printer khusus untuk mencetak desain langsung ke permukaan kaos. Berbeda dengan DTF yang menggunakan media film sebagai perantara, DTG melakukan pencetakkan langsung pada kain.

    Metode ini dapat menjadi pilihan untuk desain yang mempunyai banyak warna dan detail. Salah satu kelebihannya adalah proses desain dilakukan secara digital sehingga tidak membutuhkan pembuatan screen seperti pada metode sablon manual.

    DTG juga sering menjadi pilihan untuk produksi dengan desain yang berbeda-beda. Hasil yang diperoleh dapat dipengaruhi oleh jenis dan warna kain serta kualitas mesin dan tinta yang digunakan.


    Sablon DTG


    Sablon Discharge

    Sablon ini mempunyai karakteristik yang cukup unik karena tinta yang digunakan bekerja dengan menggantikan warna dasar kain pada area tertentu. Hasilnya dapat memberikan kesan desain yang lebih menyatu dengan permukaan kaos.

    Salah satu daya tarik metode ini adalah hasil cetak yang cenderung terasa lebih menyatu dengan kain dibandingkan sablon yang membentuk lapisan tebal di atas permukaan. Hal tersebut membuat discharge menarik untuk kebutuhan desain tertentu.

    Namun tidak semua jenis kain memberikan hasil yang sama ketika menggunakan metode ini. Karena itu pemilihan bahan kaos dan pengujian sebelum produksi menjadi hal yang penting.


    Sablon Discharge


    Sablon Polyflex

    Sablon ini merupakan teknik yang menggunakan bahan khusus berbentuk lembaran atau film yang dipotong mengikuti desain nah kemudian ditempelkan pada kain menggunakan mesin press.

    Jenis sablon ini sering digunakan untuk desain berupa nama, nomor, tulisan, logo, atau gambar yang tidak terlalu rumit. Polyflex juga banyak digunakan pada pakaian olahraga karena dapat menghasilkan tulisan dan nomor dengan bentuk yang tegas.

    Kelebihan lainnya adalah proses pengerjaannya relatif praktis untuk desain tertentu. Akan tetapi penggunaannya mempunyai keterbatasan karena desain harus disesuaikan dengan karakter bahan polyflex dan proses pemotongannya.


    Sablon Polyflex


    Apa Perbedaan Setiap Jenis Sablon?

    Setiap jenis sablon kaos mempunyai karakteristik masing-masing. Perbedaannya dapat dilihat dari bahan atau tinta yang digunakan atau proses pengerjaan bahkan dari tekstur hasil cetakan hingga jenis desain yang paling sesuai.

    Sablon rubber dan plastisol, misalnya, sama-sama dapat menghasilkan cetakan yang terlihat jelas pada permukaan kain, tetapi karakter tinta dan proses pengerjaannya berbeda. Sementara itu DTF dan DTG sama-sama memanfaatkan proses digital, tetapi metode pemindahan desainnya tidak sama.

    Untuk desain dengan banyak warna dan detail, teknik digital seperti DTF atau DTG dapat menjadi pilihan. Sedangkan untuk kebutuhan tertentu seperti nama dan nomor pada pakaian olahraga, polyflex dapat lebih sesuai.

    Karena itu memilih sablon sebaiknya tidak hanya berdasarkan tren atau harga. Jenis kain, desain, jumlah produksi, dan hasil akhir yang diinginkan juga perlu diperhatikan.

    Cara Memilih Jenis Sablon yang Tepat

    Setelah mengetahui berbagai jenis-jenis sablon langkah selanjutnya adalah menentukan teknik yang paling sesuai dengan kebutuhan. Ada beberapa hal yang dapat dipertimbangkan.

    Pertama Perhatikan bahan kaos yang digunakan. Tidak semua metode memberikan hasil yang sama pada setiap jenis kain. Keduaihat tingkat kerumitan desain. Desain sederhana tentu mempunyai kebutuhan berbeda dengan gambar yang mempunyai banyak warna dan detail. 

    Jumlah kaos yang akan diproduksi juga perlu diperhitungkan. Untuk produksi dalam jumlah tertentu metode manual maupun digital dapat mempunyai pertimbangan biaya dan waktu yang berbeda. 

    Selanjutnya untuk tentukan hasil akhir yang diinginkan. Jika menginginkan tekstur tertentu pilihan sablon dapat berbeda dengan kebutuhan yang mengutamakan hasil cetak yang lebih menyatu dengan kain. 

    Terakhir  menyesuaikan dengan anggaran yang tersedia. Jangan hanya mengejar harga paling murah karena kualitas bahan, proses pengerjaan, dan ketahanan hasil sablon juga perlu menjadi pertimbangan. 


    Cara Menghilangkan Sablon di Kaos: Trik Rumahan Ini Ampuh, tapi Awas Langkah No.5 Bisa Merusak Kain!

        Sablon pada kaos memang bisa membuat tampilan pakaian/kaos lebih keren dan menarik. Namun seiring pemakaian dan pencucian, sablon sering mengalami retakan, mengelupas, bahkan bisa berubah warna pudar sehingga desainnya sudah tidak lagi sesuai selera yang dinginkan lagi. Daripada langsung membuang kaos yang kondisinya masih bagus, Cara menghilangkan sablon di kaos bisa jadi solusi agar pakaian tersebut tetap bisa dipakai dengan tampilan yang bisa lebih sederhana.

    Kabar baiknya proses ini tidak selalu membutuhkan alat khusus. Banyak bahan sederhana dirumah yang bisa dimanfaatkan asalkan dilakukan dengan hati-hati dan langkahnya yang tepat agar kain tidak ikut rusak.

    Kenapa Sablon di Kaos Perlu Dihilangkan?

    Ada beberapa alasan orang ingin menghilangkan sablon dari kaosnya. Yang paling umum adalah kondisi sablon yang sudah rusak desainnya yang awalnya rapi bisa berubah pecah-pecah dan kusam setelah berkali-kali dicuci.

    Alasan lainnya adalah desain yang sudah tidak disukai lagi, padahal kualitas kain kaosnya sendiri masih bagus dan sayang untuk dibuang begitu saja. Dengan menghilangkan sablonnya, kaos lama bisa disulap menjadi kaos polos bahkan jika mau di kasih desain lagi juga bisa supaya layak untuk dipakai kembali.

    Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mulai

    Sebelum memilih metode ada dua hal yang perlu di perhatikan ini wajib dicek dahulu agar kaos tidak malah rusak.

    Periksa Jenis Bahan Kaos

    Periksa Jenis Bahan Kaos


    Setiap jenis kain mempunyai ketahanan berbeda terhadap panas maupun bahan kimia. Katun, Polyester, dan bahan campuran bisa memberikan hasil yang berbeda saat diberi perlakuan panas. Kalau tidak yakin jenis bahannya, cek label perawatan di bagian dalam kaos sebelum mencoba metode apa pun.


    Periksa Kondisi Sablon

    Periksa Kondisi Sablon


    Sablon yang sudah mulai retak dan mulai terangkat  biasanya lebih mudah ditangani dibanding sablon yang masih menempel sangat kuat. Jangan menarik sablon secara paksa karena bisa membuat serat kain ikut melar atau menarik.

    Cara Menghilangkan Sablon di Kaos dengan Bahan Rumahan

    Berikut beberapa metode yang bisa dipilih sesuai jenis bahan dan ketebalan sablon, Lakukan bertahap dan jangan terburu-buru.

    Menggunakan Air Panas

    Menggunakan Air Panas


    Cocok untuk kaos katun dengan sablon yang tidak terlalu tebal, berikut caranya rendam kaos yang bersablon kedalam air panas selama beberapa menit, lalu gosok perlahan dengan sikat berbulu lembut. Tambahkan sedikit deterjen jika sablon masih menempel, kemudian bilas dan keringkan dengan cara diangin-anginkan, Ulangi jika masih ada sisa.

    Menggunakan Setrika

    Menggunakan Setrika


    Panas dari setrika efektif melelehkan lem sablon terutama untuk sablon yang tebal. Letakkan kain tipis atau kertas teflon di atas sablon sebagai pelapis, lalu panaskan secara bertahap jangan menekan satu titik terlalu lama namun di gosok perlahan. Setelah sablon mulai terangkat kupas perlahan dengan alat yang tumpul. Untuk sablon lama yang membandel langkah ini bisa dikombinasikan dengan mengoleskan sedikit alkohol saat sablon masih hangat sebelum dikupas.

    Menggunakan Minyak Kayu putih

    Menggunakan Minyak Kayu putih


    Pilihan yang relatif aman karena tanpa bahan kimia keras. Balik kaos sehingga bagian sablon berada di dalam, lapisi bagian bawahnya dengan kain kering lalu oleskan minyak kayu putih secukupnya. Diamkan beberapa menit hingga meresap, kupas perlahan, lalu cuci hingga bersih.

    Menggunakan Aseton

    Menggunakan Aseton


    Kandungan pada penghapusan cat kuku ini efektif meluruhkan tinta sablon terutama pada kain katun. Basahi kapas dengan aseton, gosok perlahan pada area sablon lalu diamkan sesaat hingga melunak dan setelahnya kupas dengan hati-hati kemudian setelahnya cuci hingga sisa asetonnya hilang.

    Mengangkat Sablon yang Sudah Melunak

    Menggunakan Alat Pengikis

    Menggunakan Alat Pengikis


    Setelah sablon melunak dengan salah satu metode yang ini maka gunakan alat berujung tidak tajam untuk mengangkatnya kemudian letakkan di tepi sablon lalu dorong secara perlahan, jangan mengikis terlalu keras karena serat kain bisa ikut tertarik kalau terasa sulit dan setelehnya hentikan ulangi proses perlunakannya.

    Bahan Pelarut yang Perlu Diwaspadai

    Beberapa bahan pelarutnya yang harus diperhatikan bensin, pemutih pakaian, atau cairan kimia sejenis M3 juga bisa melunakkan sablon tetapi tetap resikonya lebih tinggi terhadap warna dan serat kain. Kalau ingin mencoba nya lakukan uji coba dulu di bagian kain yang tidak terlihat gunakan di ruangan dengan sirkulasi udara baik dan jangan lupa kenakan sarung tangan serta masker.

    Membersihkan Sisa Sablon Setelah Dilepas

    Setelah bagian utama sablon terangkat biasanya masih terdapat sisa-sisa lem atau lapisan tipis yang tertinggal. Bersihkan secara bertahap sesuai jenis kain dan hindari menggosok terlalu kuat agar permukaan kain tidak terlihat belang. Setelahnya cuci kaos sesuai petunjuk pada label.

    Kesalahan yang Sering Bikin Kaos Malah Rusak

    Pastinya untuk baju tidak mau kan terjadi hal kerusakan pada saat membersihkan melepas sablon pada kain nah ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai berikut:

    Menarik Sablon Secara Paksa

    Tarikan yang terlalu kuat bisa membuat kain melar atau seratnya ikut terangkat.

    Menggunakan Panas Berlebihan

    Suhu yang terlalu tinggi justru bisa merusak kain bukan hanya sablonnya, gunakan panas secara bertahap sambil terus memantau kondisi kaos.

    Mengabaikan Jenis Kain

    Metode yang berhasil di satu kaos belum tentu aman untuk kaos lainnya jadi jangan disamaratakan untuk jenis-jenis kainnya.

    Apakah Semua Sablon Bisa Hilang Total?

    Tidak semua sablon punya tingkat kebersihan yang sama saat dihilangkan. Jenis tinta, bahan perekat, metode cetak, usia sablon, hingga karakteristik kain semuanya berpengaruh. Sablon lama yang sudah mengelupas umumnya lebih mudah dilepas semenetara sablon yang menyatu kuat dengan serat kain bisa meninggalkan bekas meski lapisan utamanya sudah hilang.

    Tips Merawat Kaos Setelah Sablon Dihilangkan

    Beberapa ada trik untuk cara merawat kaos setelah dihilangkan sablon berikut trik dan tips nya:

    • Gunakan deterjen lembut saat mencuci

    • Hindari air yang terlalu panas

    • Jemur di tempat teduh bukan di bawah sinar matahari secara langsung

    • Setrika dengan suhu sedang 

    • Untuk kaos bernilai sentimental atau cukup mahal bisa uji coba dahulu di bagian tersembunyi sebelum mengerjakan bagian utama

    Cara Melepas Sablon Baju dengan Mudah Tanpa Merusak Kain

        Punya baju kesayangan tapi sablon nya sudah rusak dan tidak beraturan membuat hati jadi pengen membuang bajunya, sini-sini simak dahulu cara mengatasi sablon yang rusak bahkan bisa dilepas tanpa merusak baju kesayangan anda, jangan terburu-buru untuk membuang baju yang sablonnya sudah rusak! ketahui cara melepaskan sablon yang sudah rusak dengan menggunakan setrika dan alkohol hingga bersih.


    Mengapa Sablon pada Baju Ingin Dilepas?

    Setiap orang bahkan hampir semua orang mempunyai barang favorit begitupun dengan baju yang di pakai setiap hari bisa jadi itu salah satu barang yang favorit karna dari segi sablon yang bagus atau bisa jadi dari segi kain pakainya yang kualitas premium, namun semua itu pasti ada baik buruknya bisa jadi bagus sablonnya jelek kualitas kainnya atau bagus kualitasnya jelek sablonnya nah untuk yang sebagian orang pasti mempunyai baju bagus sablon masih kurang oke, atau bisa jadi dari segi baju yang sudah lama banget di pake sampe sablonnya jadi pudar, membuat sebagian orang jadi pengen melepas sablon kurang bagus terutama pada baju lama banget yang sablonnya sudah pada pudar dan mengelupas pada kainnya itu, sebagian orang ada yang pengen ganti sablon nya untuk merubah desainya atau bahkan memperbaiki yang sudah pada pudar dan mengelepuas untuk diberi sablon baru karna baju masih layak dipakai. 

    Apakah Semua Jenis Sablon Bisa Dilepas?

    Apakah semua jenis sablon bisa dilepas? jawabannya Tidak karena semua jenis sablon bisa dilepas dengan cara yang sama, ada beberapa tingkat kemudahan atau keberhasilan untuk melepaskan sablonnya itu tergantung pada bahan dasar tinta apa yang digunakan serta perekat atau mesin press sablonnya digunakan, berikut jenis-jenis sablon yang perlu anda ketahui:

    • Sablon Plastisol: Sablon ini berbasis minyak (oil-based) terkenal sangat awet dan tebal, karena tidak dapat menyerap sepenuhnya ke dalam serat kain melainkan membentuk lapisan di atasnya, sablon plastisol ini bisa dilepas dengan tingkatan tinggi namun bisa dengan dipanaskan dengan setrika yang cukup tinggi serta ada tambahan cairan pelarut kimia untuk melelehkan daya rekat yang kuat.

    • Sablon Rubber: Sablon ini berbasis air (water-based) karakteristiknya elastis seperti karet, sablon ini cukup tergolong mudah dilepas  terutama saat ditarik saat kondisi lemnya melunak setelah dipanaskan atau di kasih cairan alkohol.

    • Sablon Polyflex: Sablon ini berbasis lembaran vinyl tipis yang direkatkan dengan mesin press panas (heat press) sablon ini lumayan terkenal yang paling mudah dilepas karena lem perekatnya sangat responsif terhadap suhu panas (setrika).

    • Sablon DTF(direct to Film): Sablon ini berbasis cetak perekat (adhesive powder) yang khusus, sablon ini bisa dilepas dengan tingkatan sedang pada bagian belakang kain bisa dipanaskan dan sedikit diberi pelarut alkohol sehingga lapisan film dan lem nya bisa dikupas dengan cara bertahap.

    • Sablon Sublimasi: Sablon ini berbeda dari jenis lainnya karna sablon ini berbasis sublimasi jadi lebih tepatnya menggunakan teknik sublimasi dengan tinta khusus yang bisa menyerap dan menyatu secara permanen ke dalam pori-pori serat kain biasanya pada bahan poliester, jadi sablon ini hampir mustahil untuk dilepas karna tingkat kesulitannya sulit sangat susah untuk dilepas tanpa merusak kain.

    Persiapan Sebelum Melepas Sablon Baju

    Sebelum melakukan proses pelepasan sablon ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti menyiapkan area kerja, alat-alat dan bahan seperti cair untuk melemahkan lem dari perekat sablonnya akan membuat proses dalam pengerjaan juga lebih cepat, aman, dan tidak menimbulkan resiko yang besar seperti kain sobek atau hal yang tidak diinginkan.

    Pastikan juga saat bekerja di area yang terdapat cahaya yang cukup terang untuk meminimalkan pekerjaan dan memiliki ventilasi udara yang baik, terutama jika nantinya menggunakan bahan kimia untuk pembersihan dalam pengerjaan. Selain itu siapkan alas yang rata dan tahan panas seperti papan setrika atau meja melamin yang dilapiskan kain tebal supaya proses pengerjaan dapat berjalan dengan stabil.

    Alat dan Bahan

                
    Alat dan Bahan

    Alat yang dibutuhkan sebenarnya cukup mudah anda temukan di dalam rumah, berikut alat dan bahan yang dibutuhkan yaitu:

    • Setrika: Alat yang utama dalam proses pengerjaan pelepasan sablon fungsi dari setrika ini mampu menghantarkan panas secara konsisten membuat permukaan kais terasa panas dan sablon lama kelamaan mulai meleleh.

    • Kain atau kertas pelindung: Gunakan kertas roti (parchment paper), kertas HVS, atau bisa menggunakan kain katun tipis bersih. Alat ini berfungsi untuk pembatas agar lelehan sablon tidak menempel langsung yang dapat merusak plat bawah setrika.

    • Pinset: Sangat berguna  untuk menjepit, mengangkat, dan menarik sudut-sudut sablon yang mulai mengelupas tanpa harus mengotori tangan yang bisa merusak benang kain dengan kuku.

    • Alkohol atau Bahan Pembersih yang Sesuai: Alkohol 70% - 90%, cairan penghapus cat kuku (aseton), atau minyak kayu putih yang paling sering ditemukan dan digunakan bisa dapat melarutkan sisa-sisa lem perekat yang membandel.

    • Pengikis Kecil: Gunakan kartu atau card seperti kartu ATM lebih baik pake kartu member lama yang mungkin sudah tidak terpakai, sendok stainless, atau sepatu plastik tumpul untuk mengerok residu sablon yang melunak tanpa menggores serat kain.

    Cara Melepas Sablon Baju dengan Setrika

    Melepaskan sablon dengan setrika merupakan salah satu metode sederhana yang bisa dilakukan siapapun bahkan bisa melakukan di dalam rumah, suhu setrika yang sangat panas dan juga bisa diatur bisa membuat lelehan pada sablon yang membuat sangat efektif jika dilakukan dirumah tanpa harus profesional sekaligus siapapun bisa, berikut ada beberapa tahapannya:

    Balik Bagian Dalam Baju

    Balik Bagian Dalam Baju


    Langkah pertama yang diambil adalah membalik baju terlebih dahulu (inside-out), sehingga posisi sablon berada di bagian dalam, kemudian menyalurkan panas langsung dari belakang serat kain jauh lebih efektif untuk melelehkan lem perekatnya, selain itu cara ini juga dapat mencegah permukaan plat setrika terkena lelehan sablon yang bisa membuat baju kotor.

    Panaskan Sablon secara Perlahan

    Panaskan Sablon secara Perlahan


    Lngkah kedua memanaskan sablon dengan cara letakkan baju di atas papan setrika yang rata, lapisi bagian kain yang akan disetrika menggunakan kertas pelindung kertas roti atau HVS, atur suhu setrika pada tingkat sedang hingga panas sesuaikan dengan ketahanan bahan baju (gunakan suhu lebih tinggi untuk kain katun 100%). Tempelkan dan teka setrika di area sablon selama 10-15 menit secara perlahan.

    Angkat Sablon

    Angkat Sablon


    Langkah ketiga setelah dipanaskan balik baju ke posisi semula selagi kondisinya masih hangat, gunakan pinset atau ujung kartu plastik untuk menjepit bagian sablon yang mulai menggelembung atau terangkat. Tarik lapisan sablon dan konstan searah dengan serat kain, jika sablon sudah mulai mengeras kembali jangan di paksa tapi ulangi langkah kedua.

    Bersihkan Sisa Sablon

    Bersihkan Sisa Sablon


    Langkah keempat langkah terakhir biasanya sablon tidak secara langsung secara utuh dalam satu kali bersih, jika masih terdapat potongan-potongan sablon yang masih tertinggal ulangi proses pemanasan pada area yang masih terdapat sablon tertinggal, bisa lakukan kerok-kerok sisa lapisan sablon yang sudah melunak menggunakan pengikis plastik secara pelan-pelan.


    Cara Melepas Sablon Menggunakan Alkohol atau Cairan Pembersih

    Selain memanfaatkan suhu panas setrika untuk melelehkan sablon menggunakan alkohol atau cairan pembersih juga bisa membantu untuk melelehkan sablon ada juga selain alkohol seperti cairan aseton pembersih cat kuku, hingga minyak kayu putih juga bisa digunakan untuk alternatif melepaskan sablon.

    langkahnya tuangkan cairan pembersih secukupnya tepat di balik area sablon hingga kain terasa basah dan meresap sempurna, setelah cairan bekerja biarkan melarutkan lem satu hingga dua menit, pegang area sablon pada kain lalu tarik perlahan sablonnya.

    Cara Membersihkan Bekas Lem Setelah Sablon Dilepas

    Setelah berhasil mengelupas sablon dari kain pasti masih ada sisa-sisa lem yang belum terkelupas semua maka dari itu untuk menghilangkanya secara utuh bisa menggunakan cairan pelarut oleskan atau teteskan cairan secukupnya lalu diamkan beberapa saat, setelahnya gosok area tersebut secara perlahan menggunakan kain sikat gigi berbulu halus atau kain lap yang halus, aplikasikan sabun cuci piring cair langsung ke area bekas lem untuk mengangkat sisa minyak dan residu kimia yang masih tertinggal, cuci dan bilas kembali bajunya.

    Kesalahan Yang Harus Dihindari Saat Melepas Sablon

    untuk menghindari hal yang tidak diinginkan jangan tempelkan setrika langsung ke sablon tanpa kain kertas pelindung, menarik sablon secara paksa, menggunakan setajam tajam seperti pisau sikat kawat hindari, memakai cairan kimia yang berlebihan bisa membuat melunturkan warna kain atau baju tersebut.

    Tips Agar Baju Tidak Rusak

    Praktis yang ingin melakukan tip ini supaya baju tidak cepat rusak selalu lakukan tes cairan teteskan beberapa cairan untuk diuji warnanya luntur atau tidak lakukan pada lipatan tidak terlihat, gunakan kertas/kain pelindung untuk melapisi baju dari sablon, sesuaikan suhu setrika ini juga penting disesuaikan  juga dengan tekstur sablon nya, kupas saat masih hangat bukan menunggu dingin, gunakan alat berujung tumpul.


    Inilah Perbedaan Istilah Hem, dan Kemeja

    Inilah Perbedaan Istilah Hem, dan Kemeja


    Inilah Perbedaan Istilah Hem, dan Kemeja

    Apakah kamu termasuk orang yang bingung atau belum paham dengan istilah hem dengan kemeja? Memang bagi orang awam akan sulit membedakannya. Apalagi yang baru pertama kali mendengar istilah hem, misalnya harus mengenakan hem pada suatu acara, sedangkan kita sendiri bingung dengan hem itu sendiri apa.

    Kemudian mungkin juga ketika kita bingung, lalu menanyakannya kepada teman kita, mereka akan menjawab bahwa hem itu adalah kemeja, lalu apa perbedaan antara kedua istilah itu? Mari kita bahas dibawah ini.

          ·         Hem
    Mungkin ada orang-orang yang masih bingung atau asing dengan istilah hem ini. Banyak yang bilang, hem ini artinya “garis” atau garis pakaian dimana merupakan pinggiran dari sebuah pakaian (dari kemeja, kaos dan lain-lain) yang kemudian dilipat, lalu dilipat sedikit kedalam lalu dijahit.


    "Sablonjogjaid.com kini hadir untuk konveksi kaos Manokwari, Papua Barat"

    Ada juga yang mengatakan, jika dilihat dari desainnya, desain motif hem lebih menuju ke arah bebas/kondisional atau sesusai dengan kondisi saat ingin digunakan. Tetapi yang pasti hem itu biasanya lengannya pendek.

          ·         Kemeja
    Seperti yang kita tahu kemeja yaitu berkerah dan berkancing depan lurus disepanjang bagian depan pakaian. Dan desainnya juga bermotif lebih untuk acara resmi atau formal. Kebanyakan juga kemeja itu berlengan panjang. Nah mungkin itu perbedaan yang sangat mudah untuk diketahui yaitu dari lengannya.

    Kurang lebih seperti itu pembahasan tentang Perbedaan Istilah Hem, dan Kemeja ini. Jika kamu mau membuat kemeja, jaket sweater, dan jaket jumper bisa klik Jasa Pembuatan Kemeja, Jaket Sweater, Jaket Jumper ini.

    Terima kasih telah membaca artikel Inilah Perbedaan Istilah Hem, dan Kemeja.  Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan buat kamu yang membaca artikel ini. Jangan lupa kunjungi Sablon Jogja ID untuk pembuatan kaos sablon satuan, tas, selempang, topi, sajadah dll yang berkualitas dan tentunya terpercaya. Sampai jumpa di artikel selanjutnya!

    Jenis - Jenis Bahan Bendera yang Kamu Harus Tahu


    Jenis - Jenis Bahan Bendera yang Kamu Harus Tahu

    Jenis - Jenis Bahan Bendera yang Kamu Harus Tahu

    Ketika waktunya perayaan hari besar nasional seperti 17 Agustus, atau layaknya masa kampanye sekarang-sekarang ini pasti banyak ditemukan bendera-bendera yang dipasang atau dijual di pinggiran jalan dengan berbagai macam bentuk dan warna. Hal tersebut dilakukan sebagai tanda penyemarakan atau bentuk apreasiasi dari masyarakat.