• Instagram
  • Sejarah dan Fakta Kaos Solop


    Sejarah dan Fakta Kaos Solop

    Sejarah dan Fakta Kaos Solop

    Siapa yang dari kamu baru mendengar kata kaos solop nih? Solop yakni kaos polos yang diproduksi khusus untuk memenuhi kebutuhan dari distro. Kaos solop ini terbuat dari bahan super soft cotton combed yang mercerized dengan ketebalan benang 24s atau yang 40s. Kaos solop ini memiliki standar ukuran sesuai dengan kaos polos internasional, yang mana akan lebih besar dari kaos polos ukuran biasa.

    Namun sudah tahukah kamu sejarah dan fakta bagaimana kaos solop ini bisa terbentuk? Berikut ulasannya.

    Kaos polos yang dipakai biasanya terbuat bahan katun yang lembut dan nyaman. Telah kita ketahui bahwa bahan jenis katun dihasilkan dari tanaman kapas, di mana ia tumbuh di daerah beriklim tropis-subtropis.

    Untuk pembuatan bahan kaos solop ini banyak diambil dari tanaman kapas berjenis gossypium hirsutum. Ternyata pembuatan kaos polos sendiri sudah dilakukan sejak ratusan tahun SM oleh orang-orang zaman dahulu seperti di India, Mesir dan China yang dijadikan sebagai komoditas perdagangan mereka hingga ke penjuru dunia.

    Proses yang dilalui untuk bisa sampai menjadi kaos polos ialah :
    1.    Siapkan buah-buah kapas yang akan dipisahkan antara kapas dengan bijinya. Kemudian kapas akan disedot ke dalam tabung untuk dikeringkan agar kelembapannya terjaga. Selanjutnya kapas dibersihkan pada bagian daun, tangkai dan biji-biji yang masih menempel pada serat. Setelah bersih, kapas lalu dipadatkan menjadi bales setinggi 1,5 m dengan berat 227 kg. Bales kapas yang siap diproses lanjut di pabrik pemintalan (mills).

    2.    Lalu bales kapas tadi dibuka kembali dan dimasukkan ke mesin pemetik (picker) untuk dilonggarkan dengan tongkat pemukul dan beberapa macam penggilingan yang ada, agar bulu-bulu pad kapas itu naik kembali. Ini dimaksudkan untuk menjadikan seratnya lebih halus dan lembut (lap).

    3.    Selanjutnya dilakukan proses carding yang difungsikan untuk menciptakan tekstil kombinasi (blends). Pada tahap ini jenisserat berbeda dapat disatukan (serat kapas dengan serat sutra).

    4.    Kemudian tahap yang dilakukan adalah combing, yang mana untuk memisahkan dari sisa serat-serat pendek yang ada, agar benang yang dihasilkan nantinya lebih baik dan kuat. Serat-serat yang sudah melalui proses carding dan combing akan membentuk untaian panjang (sliver/kerat).

    5.    Setelah itu melalui tahap drawing (penarikan), di mana beberapa sliver tadi digabungkan sehingga menjadi roving yang sangat tebal. Jika sudah dua roving dipilin untuk menghasilkan berat yang dibutuhkan dan menjadi benang (spinning//pemintalan).

    6.    Dari proses pemintalan yang menjadi benang tadi, lalu masuk pada proses soft winder/penggulungan benang. Kalau sudah kemudian dilakukan tahapan pencelupan benang ke dalam warna.

    7.    Proses selanjutnya yaitu weaving (penenunan)/pengolahan benang menjadi kain dengan cara membentuk anyaman benang terlebih dahulu baru masuk ke mesin tenun.

    8.    Jika sudah selesai maka akan terbentuklah lembaran-lembaran kain, yang selanjutnya dilakukan tahapan pemeriksaan dengan cara dicek dan ditentukan gradenya. Bila terjadi adanya kecacatan, maka dikembalikan dibagian perbaikan.

    9.    Yang terakhir adalah kain masuk ke proses pemolesan terhadap warna, penampilan dan pegangan. Sebelum didistribusikan ke pasaran, kain-kain tadi akan digulung dan dikepak sesuai kebutuhan.

    10.  Dari pabrik atau toko yang telah didistribusikan kain-kain tadilah tahap pembuatan kaos polos dimulai, dimulai dengan melakukan pemolaan dan penjahitan dilakukan di konveksi-konveksi kaos polos.

    Fakta kaos solop yang belum diketahui ialah :
    1.    Kaos polos jenis ini diproduksi tanpa merk, sehingga bisa diberi merk sendiri. Kemudian sangat cocok untuk produksi kaos distro dengan kualitas grade A, karena bahannya yang mudaah untuk disablon atau printing.

    2.    Pada bagian leher (rib) cenderung lebih tipis, sehingga menghasilkan kesan keren pada standar distro ataupun branded clothing.

    3.    Bisa dibedakan antara kaos distro size dan ladies size dengan model O-neck, V-neck dan raglan.

    4.    Kaos solop masih mempertahankan jahitan samping (built up).

    5.    Produksi asli Indonesia dengan kualitas ekspor.

    Begitulah paparan singkat mengenai sejarah dan fakta bagaimana kaos solop ini bisa terbentuk. Semoga teman-teman menjadi tahu bahwa Indonesia juga bisa membuat kaos dengan kualitas yang tidak kalang saing dengan mancanegara.

    Tapi jangan khawatir saat ini industri konveksi rumahan sepeti kami Sablon Jogja ID pun sudah mulai melakukan pelayanan pembuatan kaos sablon satuan dengan bermacam model, harga yang murah dan menggunakan jenis bahan bermutu lho...